Kegiatan pembangunan nasional dalam berbagai aspeknya membutuhkan sumber daya manusia berkualitas yang menjadi faktor utama dan menentukan bagi keberhasilan pencapaian pembangunan. Penyiapan sumber daya manusia dimaksud harus mampu mengembangkan, mewujudkan perubahan, pertumbuhan dan pembaharuan sehingga dapat memenuhi kebutuhan pembangunan. Penyiapan sumber daya manusia yang dimaksud tidak hanya menjadi kewajiban pemerintah, tetapi juga menjadi kewajiban masyarakat.
Kesadaran masyarakat akan urgensi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di masa sekarang menunjukkan hasil yang menggembirakan. Indikasi kondisi tersebut berupa meningkatnya kesadaran orangtua dan masyarakat menyekolahkan anak-anak di PG/TK umum maupun PG/TKI terpadu bahkan di Taman Penitipan Anak (TPA).
Guru merupakan kunci utama keberhasilan pendidikan, termasuk pendidikan anak usia dini. Kebutuhan akan guru yang berkualitas semakin dirasakan, sebab guru yang baik akan mampu membawa siswa mencapai pembentukan pribadi yang baik pula. Guru dan pengelola pendidikan anak usia dini tidak cukup hanya lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA), namun mereka berlomba untuk menambah ilmu pengetahuan dan ketrampilan di lembaga pendidikan yang lebih tinggi.
Indikasi perkembangan pendidikan, khususnya pendidikan anak usia dini tersebut perlu mendapat perhatian yang memadai dari pemerintah. Hal ini berkaitan dengan keinginan masyarakat untuk meningkatkan kualitas pendidikan tidak mengalami kesulitan.
Pendidikan formal sebagai salah satu wahana seseorang untuk mendapatkan tingkatan kualifikasi tertentu adalah upaya seseorang di dalam melakukan mobilitas vertikal. Hasil yang diperoleh dari suatu proses pendidikan tidak hanya dinikmati oleh diri sendiri yang bersangkutan, tetapi secara langsung maupun tidak langsung akan dinikmati oleh masyarakat maupun pemerintah. Oleh karena itu, kualitas peningkatan sumber daya manusia tidak hanya mengharapkan sikap proaktif aparat pemerintah, tetapi juga sikap proaktif dari masyarakat.
Pendidikan Tinggi sebagai sub sistem dari Sistem Pendidikan Nasional, menurut Undang Undang Nomor 2 tahun 1989 pasal 16, bahwa Pendidikan Tinggi merupakan kelanjutan dari pendidikan menengah yang diselenggarakan untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan atau menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan berdasarkan U U Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 19 ayat (1) bahwa Pendidikan Tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan Diploma, Sarjana, Magister, Spesialis, dan Doktor yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi dan ayat (2) bahwa Pendidikan Tinggi diselenggarakan dengan sistem terbuka.
Atas dasar fenomena dan kerangka dasar pikiran itu, maka suatu keharusan bagi STAI Mathali’ul Falah untuk ikut andil dalam penyiapan dan pengembangan sumber daya manusia, khususnya guru PGRA. Dengan demikian, suatu keharusan pula STAI Mathali’ul Falah Pati khususnya Jurusan Tarbiyah membuka Program Studi Pendidikan Guru Raudlatul Athfal (PGRA). Sasaran yang hendak dicapai dari program studi ini adalah menghasilkan lulusan yang diproyeksikan untuk menjadi sarjana yang ahli dalam bidang Pendidikan Raudlatul Athfal dan profesional dalam pembelajaran bagi anak usia dini.
Visi
Program studi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal (PGRA) memiliki visi, yaitu: “Menjadi Pusat Pendidikan dan Riset Pendidikan Anak Usia Dini Berbasis Nilai-nilai Pesantren Tahun 2030”.
Misi
Untuk mewujudkan visi tersebut, Program Studi Pendidikan Guru Raudlatul Athfal (PGRA) mempunyai misi yang juga mendukung misi Jurusan Tarbiyah pada khususnya dan STAI Mathali’ul Falah Pati pada umumnya, yaitu :
- Melaksanakan pendidikan dan pengajaran di bidang kependidikan anak usia dini secara profesional, terpadu, dan efektif.
- Meningkatkan dan mengembangkan riset dan kajian di bidang kependidikan anak usia dini.
- Menigkatkan kompetensi praktisi dalam bidang kependidikan anak usia dini.
- Menjadi institusi pendidikan dengan budaya tata kelola yang baik.
Menjalin kerjasama secara produktif dengan berbagai lembaga di tingkat lokal, nasional, dan internasional.
Pembukaan program studi Pendidikan Guru Raudlatul Athfal (PGRA) didasari atas keinginan menjadi bagian dari problem solving persoalan bangsa sera memenuhi harapan masyarakat akan ketersediaan pendidik pada jenjang pendidikan anak usia dini. Kompetensi yang dimiliki oleh lulusan program studi S1 PGRA adalah terampil dan ahli dalam bidang pendidikan serta pengajaran anak usia dini. Untuk mencapai hasil kelulusan S1 PGRA sesuai dengan kompetensi yang telah ditentukan, maka kompetensi Program S1 PGRA terdiri atas:
- a. Kompetensi Utama:
Lulusan Program S-1 PGRA adalah orang yang terampil dan ahli dalam bidang pendidikan dan pengajaran usia dini.
- b. Kompetensi Pendukung:
Disamping kemampuan pendidikan dan pengajaran usia dini maka diperlukan kemampuan dalam berempati terhadap anak-anak. Oleh karena itu kompetensi pendukung program studi S-1 PGRA adalah kemampuan mencipta dan mengembangkan alat peraga dan permainan anak-anak. Hal itu untuk memberikan sinergis kompetensi utama.
- c. Kompetensi Khusus:
Kompetensi khusus program studi S1 PGRA adalah Kemampuan berkomunikasi dalam bahasa asing, terutama Bahasa Inggris dan atau bahasa Arab. Hal ini mengingat kebutuhan untuk menanamkan komunikasi secara global pada usia dini.
Didasarkan pada kompetensi lulusan program studi S1 PGRA Jurusan Tarbiyah STAI Mathali’ul Falah Pati, maka lulusan tersebut adalah sarjana pendidikan yang terampil dan ahli dalam bidang pendidikan dan pengajaran usia dini untuk lapangan kerja:
a) Guru RA/TK yang diangkat oleh Pemerintah;
b) Guru RA/TK Swasta;
Play Group (Kelompok Bermain) dan Penitipan Anak.
1. Struktur Kurikulum
Berdasarkan SK Menteri Agama No. 394 tahun 2003 bab 1, pasal 1 butir 16 mengatur jumlah beban studi S-1 yaitu minimal 144 SKS dan Maksimal 160 SKS dengan masa studi delapan semester, maka kurikulum Program Studi S-1 PGRA disusun meliputi Kurikulum Inti Umum, Kurikulum Institusional Umum, Kurikulum Inti Khusus Utama, Kurikulum Inti Khusus Pendukung, Kurikulum Inti Khusus Lainnya, dan Kurikulum Institusional Khusus. Jumlah pertemuan dalam satu semester sebanyak 16 minggu dengan komposisi 14 minggu tatap muka, satu minggu ujian tengah semester dan satu minggu ujian akhir semester. Untuk materi teori berlaku 1 SKS sama dengan satu jam efektif dan untuk materi praktik berlaku 1 SKS sama dengan 2 jam efektif dimana 1 SKS sama dengan 50 menit.
Surat Keputusan Mendiknas nomor 232/U/2000 tanggal 20 Desember 2000 memberikan pedoman tentang penyusunan kurikulum perguruan tinggi dan penilaian atas hasil belajar mahasiswa. Di dalam Surat Keputusan Mendiknas tersebut di depan telah dikemukakan, bahwa dengan terbitnya SK Mendiknas nomor 232/U/2000 tanggal 20 Desember 2000 kebijakan Pemerintah atas kurikulum program studi di perguruan tinggi telah berubah, yaitu terdiri atas Kurikulum Inti dan Kurikulum Institusional. Sedangkan kurikulum sebelum terbitnya SK Mendiknas tersebut terdiri atas Kurikulum Nasional (Kurnas) dan Kurikulum Lokal (Kurlok). Kurikulum Inti dan Kurikulum Institusional terdiri atas kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK), Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK), Mata Kuliah Keahlian Berkarya (MKB), Mata Kuliah Berkehidupan Bersama (MBB), dan Mata Kuliah Perilaku Berkarya (MPB). Kurikulum Inti ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional dan kurikulum institusional disusun dan ditetapkan oleh perguruan tinggi masing-masing.
Kurikulum Program Studi S1 PGRA Jurusan Tarbiyah
STAI Mathali’ul Falah Pati
- Kurikulum Inti Umum
|
No |
Nama Mata Kuliah |
SKS |
Prasyarat |
|
1 |
Bahasa Arab |
2 |
|
|
2 |
Bahasa Inggris |
2 |
|
|
3 |
Bahasa Indonesia |
2 |
|
|
4 |
Pancasila dan Kewarganegaraan |
2 |
|
|
5 |
Al-Qur’an |
2 |
|
|
6 |
Al-Hadits |
2 |
|
|
7 |
Fiqh dan Ushul Fiqh |
2 |
|
|
8 |
SKI |
2 |
|
|
9 |
Tauhid |
2 |
|
|
10 |
Akhlak/Tasawuf |
2 |
|
|
Jumlah |
20 |
||
- Kurikulum Institusional Umum
|
No |
Nama Mata Kuliah |
SKS |
Prasyarat |
|
1 |
Pengantar Studi Islam |
2 |
|
|
2 |
Islam dan Budaya Lokal |
2 |
|
|
3 |
Filsafat Ilmu |
2 |
|
|
Jumlah |
6 |
|
|
- Kurikulum Inti Khusus Utama
|
No |
Nama Mata Kuliah |
SKS |
Prasyarat |
|
1 |
Ilmu Pendidikan |
2 |
|
|
2 |
Psikologi Pendidikan |
2 |
|
|
3 |
Sosio-antropologi Pendidikan |
2 |
|
|
4 |
Bimbingan dan Konseling |
2 |
|
|
5 |
Perkembangan Peserta Didik |
2 |
|
|
6 |
Filsafat Pendidikan |
2 |
|
|
7 |
Penelitian Pendidikan |
2 |
|
|
8 |
Psikologi Umum |
2 |
|
|
9 |
Pendidikan Sosial |
2 |
|
|
10 |
Logika |
2 |
|
|
11 |
Statistik |
2 |
|
|
12 |
Pendidikan Anak Dalam Keluarga |
2 |
|
|
13 |
Konsep Dasar Pendidikan AUD |
2 |
|
|
14 |
Konsep Dasar Pengasuhan AUD |
2 |
|
|
15 |
Konsep Dasar Kreativitas utk AUD |
2 |
|
|
16 |
Konsep Dasar Permainan utk AUD |
2 |
|
|
17 |
Konsep Dasar Tumbuh Kembang AUD |
2 |
|
|
18 |
Antropobiologi |
2 |
|
|
Jumlah |
36 |
|
|
- Kurikulum Inti Khusus Pendukung
|
No |
Nama Mata Kuliah |
SKS |
Prasyarat |
|
1 |
Perencanaan Kegiatan AUD |
3 |
|
|
2 |
Sumber dan Media Kegiatan AUD |
3 |
|
|
3 |
Metode Pengembangan Berbahasa |
3 |
|
|
4 |
Metode Pengembangan Kognitif |
2 |
|
|
5 |
Metode Pengembangan Estetika |
3 |
|
|
6 |
Metode Pengemb Motorik Halus |
3 |
|
|
7 |
Metode Pengembangan Kasar |
3 |
|
|
8 |
Metode Pengembangan Sikap Disiplin & Kemandirian (Toilet training) |
3 |
|
|
9 |
Metode Pengembangan Sikap Sosial & Emosional (etiket pergaulan) |
3 |
|
|
10 |
Metode Pengembangan Budi Pekerti & Nilai-nilai Moral |
3 |
|
|
11 |
Desain Alat Permainan Edukatif Modern |
3 |
|
|
12 |
Desain Alat Permainan Edukatif Limbah Rumah Tangga |
3 |
|
|
13 |
Desain Alat Permainan Edukatif Tradisional |
3 |
|
|
14 |
Manajemen Pendidikan |
2 |
|
|
15 |
Evaluasi Pembelajaran |
2 |
|
|
Jumlah |
43 |
|
|
- Kurikulum Inti Khusus Lainnya
|
No |
Nama Mata Kuliah |
SKS |
Prasyarat |
|
1 |
Micro Teaching Kelompok Bermain (KB) |
2 |
|
|
2 |
Micro Teaching Taman Penitipan Anak (TPA) |
2 |
|
|
3 |
Micro Teaching Satuan PAUD Sejenis (SPS) |
2 |
|
|
4 |
PPL-KKN Integratif |
6 |
|
|
Jumlah |
6 |
|
|
- Kurikulum Institusional Khusus
|
No |
Nama Mata Kuliah |
SKS |
Prasyarat |
|
1 |
Metode Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak |
3 |
|
|
2 |
Metode Stimulasi Kecerdasan Naturalistik Anak |
3 |
|
|
3 |
Model Pendampingan Proses Perkembangan Anak |
3 |
|
|
4 |
Analisis Kesehatan dan Gizi Anak |
2 |
|
|
5 |
Analisis Kebutuhan Perkembangan AUD |
2 |
|
|
6 |
Skenario Bermain & Permainan AUD |
3 |
|
|
7 |
Menggambar untuk AUD |
3 |
|
|
8 |
Gerak dan Lagu AUD |
2 |
|
|
9 |
Diagnosis Anak Berkebutuhan Khusus |
2 |
|
|
10 |
Prognosis Anak Berkebutuhan Khusus |
3 |
|
|
11 |
Seminar Proposal Skripsi |
3 |
|
|
12 |
Skripsi |
6 |
|
|
Jumlah |
37 |
|
|
|
T o t a l |
148 |
||
