Redaksi IPMAFA – Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) secara resmi menerjunkan 213 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 pada senin (2/11/2026). Mengusung tema “Desa Berdaya Berbasis Potensi Lokal: Industri, Pertanian, dan Pariwisata”, program ini menjadi wujud komitmen IPMAFA dalam memperkuat peran perguruan tinggi melalui pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.
Prosesi penerjunan dilaksanakan di Aula 1 Kampus IPMAFA dan dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, jajaran pimpinan dan civitas akademika IPMAFA, serta seluruh mahasiswa peserta KKN.
Pada pelaksanaan tahun ini, IPMAFA menempatkan mahasiswa di dua wilayah, yakni Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, dan Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati. Wilayah Kecamatan Bangsri mencakup enam desa dengan penempatan 54 mahasiswa, sedangkan Kecamatan Margorejo mencakup 19 desa dengan jumlah 159 mahasiswa. Secara keseluruhan, program KKN tahun 2026 menjangkau 25 desa dengan melibatkan 213 mahasiswa.
Para peserta berasal dari tujuh program studi di lingkungan IPMAFA, yaitu Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Zakat dan Wakaf (ZAWA), serta Psikologi (PS). Seluruh mahasiswa akan menjalankan program pengabdian selama 45 hari di wilayah penempatan masing-masing.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPMAFA, Muhammad Lutfi Hakim, menjelaskan bahwa tema KKN tahun ini diarahkan untuk mendorong penguatan potensi desa melalui sektor industri, pertanian, dan pariwisata. Menurutnya, pengembangan potensi lokal perlu dilakukan dengan pendekatan pemberdayaan yang menempatkan masyarakat sebagai bagian utama dalam proses pembangunan.
Ia menambahkan bahwa selama tiga tahun terakhir, IPMAFA secara konsisten mengembangkan konsep KKN berbasis pemberdayaan masyarakat. Pendekatan tersebut berangkat dari filosofi yang terkandung dalam lagu kebangsaan Indonesia Raya, yakni “Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya.” Filosofi ini menekankan bahwa pembangunan perlu diawali dengan penguatan kualitas sumber daya manusia sebelum mengembangkan potensi fisik, sosial, dan ekonomi masyarakat.
“Tema tahun ini merupakan tema yang luar biasa. Beberapa waktu lalu, kami telah melaksanakan pembekalan secara intensif kepada peserta KKN. Harapannya, proses pembekalan tersebut mampu menghasilkan output yang luar biasa ketika mahasiswa terjun langsung ke masyarakat,” ungkap Lutfi Hakim.
Sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan KKN, IPMAFA telah membekali mahasiswa melalui serangkaian kegiatan pembekalan agar peserta memiliki kesiapan dalam menjalankan pengabdian di lapangan. Selain itu, mahasiswa diarahkan untuk melakukan observasi terlebih dahulu guna mengidentifikasi kondisi sosial, kebutuhan, persoalan, serta potensi yang dimiliki masing-masing desa.
Hasil observasi tersebut selanjutnya menjadi landasan dalam merancang program kerja yang relevan dengan kondisi masyarakat. Rancangan program kemudian dipresentasikan di hadapan tim monitoring dan evaluasi (monev) untuk mendapatkan penilaian dan pengesahan sebelum diimplementasikan di lokasi KKN.

Melalui mekanisme tersebut, IPMAFA berupaya memastikan bahwa program pengabdian yang dijalankan mahasiswa tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat dan memiliki orientasi pada kebermanfaatan.
Lutfi Hakim juga menyampaikan harapan agar pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta seluruh elemen masyarakat di wilayah penempatan dapat berkolaborasi dalam mendukung pelaksanaan KKN. Sinergi antara mahasiswa dan masyarakat dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan program pemberdayaan.
“Kami berharap selama 45 hari pelaksanaan KKN di wilayah Bangsri dan Margorejo, pemerintah kecamatan serta seluruh elemen masyarakat dapat mendampingi dan mengarahkan mahasiswa kami. Dengan demikian, program-program yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan penerjunan ini turut dihadiri oleh perwakilan Kecamatan Margorejo, perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Jepara, jajaran civitas akademika IPMAFA, serta seluruh mahasiswa peserta KKN tahun 2026.
Melalui program KKN 2026, IPMAFA berharap kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat dapat menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan desa. Mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan kompetensi akademik yang dimiliki untuk membantu mengidentifikasi, mengembangkan, serta mengoptimalkan potensi lokal.
Lebih dari sekadar pemenuhan kewajiban akademik, KKN menjadi sarana pembelajaran sosial bagi mahasiswa untuk membangun kepekaan, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap persoalan masyarakat. Dengan pendekatan partisipatif dan berkelanjutan, IPMAFA berkomitmen mendorong terwujudnya desa yang berdaya, mandiri, dan mampu mengembangkan potensi lokal sebagai fondasi peningkatan kesejahteraan masyarakat.






